Aku tak mau menulis lagi,
Ketika huruf-huruf sudah tak lagi bermakna
Kata-kata hanya sebatas gelombang suara
Menambah bising kota dan tak mengubah apa-apa
Aku tak mau membaca lagi,
Semua menjejalkan teori
Slogan-slogan langit yang tak teraih
Mimpi-mimpi tak berguna
Aku tak mau bicara lagi
Buat apa ?
Aku teriak, aku memohon, aku memaki
Toh semuanya tetap berjalan sebagaimana awal
Yang aku mau kini hanyalah
Menatap matamu yang memijarkan keyakinan
Bahwasannya kau harus berjalan hingga langkah terakhir
Aku kagum, sahabat....
Untuk kau, yang entah dimana
semoga kau masih selalu yakin
Jauh di seberang perbatasan
Ada sahabat yang akan selalu tersenyum untukmu
Posted at 02:16 pm by Tean