|
Aku tak mau menulis lagi, Ketika huruf-huruf sudah tak lagi bermakna Kata-kata hanya sebatas gelombang suara Menambah bising kota dan tak mengubah apa-apa
Aku tak mau membaca lagi, Semua menjejalkan teori Slogan-slogan langit yang tak teraih Mimpi-mimpi tak berguna
Aku tak mau bicara lagi Buat apa ? Aku teriak, aku memohon, aku memaki Toh semuanya tetap berjalan sebagaimana awal
Yang aku mau kini hanyalah Menatap matamu yang memijarkan keyakinan Bahwasannya kau harus berjalan hingga langkah terakhir Aku kagum, sahabat....
Untuk kau, yang entah dimana semoga kau masih selalu yakin Jauh di seberang perbatasan Ada sahabat yang akan selalu tersenyum untukmu |
| Leave a Comment: |