|
Sore tadi aku diundang nongkrong di sebuah restorasn siap saji oleh pecinta kucing. Kami ngobrol ke sana kemari. Tak lupa cerita tentang peliharaan mereka. Ada salah seorang cat lover, begitu kami menyebut pecinta kucing, ngomongin tentang kucing domestik (sama artinya dengan 'kampung'). Jika Anda baru datang, tak tahu awalnya, pasti Anda bakal mengira kalau yang diceritakan itu anaknya. Coba simak ; 'Si Manis itu..aduh, dia itu sok kalau di rumah. PAs dibawa ke lomba, diem aja. Ketakutan. Udah disamperin temennya, di Leo tapi tetep aja takut. Badannya gemetar, demam..aduh panik aku. Sampai di rumah..ga sampai 5 menit...udah biasa lagi. jalan-jalan dan main sama Lilo. Tiap hari mandi di wastafel, pakai air hangat. Aduh Manis....suka ngambek kalau ditinggal enggak bilang-bilang.." Mereka menceritakan dengan air muka bahagia, dengan bersemangat. Bahkan mungkin kalau aku tak keburu ke kantor lagi, pasti akan sampai tengah malam... Begitulah. Aku simak, aku larut dalam obrolan mereka. Aku mencoba memahami. sungguh, jika dengan pemahaman umum, Anda pasti akan menanyakan, buat apa, kucing saja ??? Bahkan ada yang merelakan hidupnya, tidak menikah, tidak punya anak, hanya untuk kucing. apakah sudah tak waras ? Apa yang bisa dilakukan kucing untuk kita ? Bayangkan...daripada mengadopsi kucing, kenapa tidak anak angkat saja? Jadi kalau hari tua...apakah kucing yang akan merawat ? masih mending manusia kan ? Sungguh pertanyaan itu tak bisa dijawab dengan kaca mata umum. Aku hanya bisa bertanya-tanya dalam hati...DIMANAKAH BAHAGIA BERTATAHTA ? Nb. ini mau posting foto ga bisa mulu...
|
| Leave a Comment: |